Bahan organik dan Proses Dekomposisi KSP. Berkah Family

KSP. BERKAH FAMILY
BAHAN ORGANIK DAN PROSES DEKOMPOSISI
Bahan organik terdiri dari campuran sisa tanaman dan hewan dalam berbagai tingkat proses penghancuran bahan organik, campuran dari senyawa- senyawa yang sentetis dari hasil pelapukan baik secara kimia maupun biologi dan sisa- sisa dekomposisinya.
Pada dasarnya keberadaan bahan organik didalam tanah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman melalui fisika, kimia dan biologi tanah. Pengaruh bahan organik terhadap sifat fisik tanah ditunjukan dengan terjadinya perbaikan dan perubahan dari beberapa sifat fisik tanah, antara lain berat volume dan daya ikat lengas tanah. Pengaruh Kimia meliputi peningkatan kapasitas Tukar Kation (KTK), PH dan kandungan unsur hara, sedangkan pengaruh biologi dihubungkan dengan bahan organik tersebut sebagai sumber energi dan mokrobia tanah dalam melakukan aktivitas hidupnya. Secara garis besar pengompasan diartikan sebagai proses perubahan limbah organik melalui kompos melalui aktivitas biologi dibawah kondisi yang terkontrol. Pengompasan adalah dekomposisi biologi dan stabilisasi substrak organik dibawah kondisi yang sesuai dengan perkembangan suhu thermopolik dari hasil produk biologi, hasil akhirnya berupa kompos yang stabil, bebas penyakit dan gulma dan dapat memberikan keuntungan dilahan. Kecepatan dekomposisi dipengaruhi oleh banyak faktor. Dalam dekomposisi, dimana nutrisi dilepaskan, terjadi ketika substrak organik kaya akan nutrisi, nisbah C/P dan C/P sangat rendah.
Perbedaan formulasi bahan organik, perbedaan teknik dan lamanya pengomposan, serta perbedaan tingkat aplikasi ( teknik da perbedaan waktu ), akan berpengaruh terhadap penyebaran nutrisi dari bahan organik. Tujuan pengomposan adalah untuk memantapkan bahan-bahan organik yang berasal dari bahan limbah, mengurangi bau busuk, membunuh organisme pathogen(penyebab penyakit), membunuh biji-biji gulma dan pada akhirnya menghasilkan pupuk organik / kompas yang sesuai dengan taah. Pengomposan dinyatakan selesai bila kompos dalam keadan matang. Kematanga kompos dicirikan bila kompos disimpan tidak menimbulkan gangguan atau jika diaplikasikan ke dalam tanah tidak menimbulkan masalah. Kematangan kompos dalam tiga kategori:
Kompos belum matang : dalam kategori ini bahan yang dikomposkan warna dan bentuk dari bahan asli mudah diidentifikasi.
Kompos matang sebagian : dalam kategori ini bahan yang dikomposkan berubah warna menjadi kecoklatan, tetapi masih kelihatan bentuk aslinya dan tidak mudah dihancurkan apabila digesek-gesekan dengan jari/tangan
Kompos matang : pada kompos matang sebagian besar bahan yang dikomposkan berstruktur crumble berwarna coklat kehitaman.
Permasalahan dalam pengomposan bahan organic segar seperti jerami adalah nisbah jerami adalah nisbah C/N yang sangat tinggi (lebih dari 100). Sedangkan nisbah ideal untuk pengomposan adalah 30-40 (Harga, 1990). Penurunan nisbah C/N dapat dilakukan dengan penambahan unsure nitrogen dari luar misalnya dengan penggunan kompos matang atau dengan penambahan pupuk kandang yang sudah terdekomposisi.
Bahan organik yang sedang menjalani proses penghancuran yang dilakukan oleh mikro organisme dan mengalami perubahan dari mulai bahan segar- bahan menjadi lapuk- kompos matang – sampai dengan humus adalah merupakan Dekomposisi. Berikut gambar yang manjelas proses dekomposisi.
2.Apa itu Bahan Organik
Bahan organik adalah sesuatu yang utuh atau sebagian dari makhluk hidup, baik berupa kotoran maupun makhluk hidup itu sendiri yang sudah mati. Bahan organic merupakan bahan pembentuk tanah yang prosesnya sering disebut pembentuk tanah dari atas. Perombakan bahan organik oleh biota (makro maupun mikro organisasi) akan menghasilkan humus yang akan bahan makanan.
Fungsi bahan organik sebenarnya tidak hanya sebagai sumber bahan makanan, tetapi lebih dari itu, meskipun baik secara langsung, bahan organik mempunyai fungsi sangat banyak. Fungsi bahan organik antara lain:
Sebagai sumber bahan makanan (nutrisi) untuk tanaman secara langsung.
Sebagai sumber nutrisi dan energi serangga perombak dan mikro- organisme pengurai. Pada tahap selanjut, biota mengurai tersebut akan menjadi sumber bahan makanan organisme lain termasuk tanaman.
Memperbaiki aerasi tanah.
Meningkatkan kapasitas menahan air dan kapasitas menahan nutrisi.
Membantu proses nutrisi yang tidak tersedia menjadi tersedia melalui proses fiksasi dan mengurangi keasaman tanah. Begitu pula pada KSP. Berkah Family yang telah secara langsung menggunakan pupuk organik dari mulai tanaman padi, sayuran, beras organik, dan menciptakan penyilangan bibit padi yang di beri nama NGAOS ( Ngadiman Aliksa Organik Sri). Yang di ciptakan oleh Bpk. Ngadiman selaku kelompok Berkah Family. “” NO KIMIA”” ORGANIK”” yes tutur Bpk. Ngadiman.

Sumber KSP.Berkah Family

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s